Sportdaily.id – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan tajinya di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha, markas Malut United, tim berjuluk Bajul Ijo sukses membawa pulang tiga poin penting setelah menang dengan skor meyakinkan 2-0 pada Kamis malam (23/4/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka di papan klasemen. Lebih dari itu, hasil ini menjadi sinyal bahwa Persebaya masih punya ambisi besar untuk bersaing di papan atas. Meski saat ini berada di posisi keenam dengan 45 poin, mereka semakin mendekati Malut United yang hanya terpaut satu angka di atasnya.
Tekanan Awal Malut United yang Nyaris Berbuah Gol
Sejak peluit pertama dibunyikan, Malut United langsung tampil menekan. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah membuat mereka bermain agresif dan penuh percaya diri.
Peluang emas pertama hadir sangat cepat, tepatnya di menit ke-4. Yakob Sayuri berhasil menembus lini pertahanan Persebaya, namun aksi gemilang kiper Andhika Ramadhani berhasil menggagalkan peluang tersebut. Tak lama berselang, ancaman kembali datang dari Yance Sayuri di menit ke-16, meski tembakannya masih belum menemui sasaran.
Dominasi Malut United di awal pertandingan membuat Persebaya sempat kesulitan mengembangkan permainan. Namun, perlahan tim tamu mulai menemukan ritme dan keluar dari tekanan.
Momen krusial terjadi menjelang akhir babak pertama. Malut United sempat bersorak setelah Yakob Sayuri berhasil mencetak gol di menit ke-38. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama.
Wasit memutuskan untuk meninjau ulang melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan, ditemukan adanya pelanggaran handball dalam proses terciptanya gol. Keputusan pun diambil: gol dianulir.
Keputusan ini menjadi titik balik mental bagi kedua tim. Malut United kehilangan momentum, sementara Persebaya mendapat dorongan kepercayaan diri. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Babak Kedua: Persebaya Tampil Lebih Efektif
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Kedua tim sama-sama berani keluar menyerang, menciptakan laga yang lebih hidup dan menarik untuk disaksikan. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama. Persebaya akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-74 melalui aksi Milos Raickovic. Gol ini menjadi hasil dari kesabaran dan strategi yang matang dari tim tamu.
Setelah unggul, Persebaya tidak mengendurkan serangan. Bahkan di menit ke-83, mereka hampir menggandakan keunggulan lewat Paulo Henrique Paraiba, meski bola hanya membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Malut United mencoba merespons dengan melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang. Masuknya Frets Butuan sempat memberikan energi baru, tetapi tetap belum cukup untuk membongkar pertahanan solid Persebaya.
Gol Penutup yang Mengunci Kemenangan
Saat Malut United berusaha keras menyamakan kedudukan, justru Persebaya yang kembali mencetak gol. Di masa injury time, Francisco Israel Rivera berhasil memanfaatkan umpan silang akurat dari Riyan Ardiansyah dan menyundul bola ke gawang.
Gol tersebut menjadi penutup sempurna bagi Persebaya sekaligus memastikan kemenangan 2-0 tetap bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini menjadi bukti bahwa Persebaya mampu tampil disiplin dan memanfaatkan peluang dengan maksimal, bahkan saat bermain di kandang lawan yang penuh tekanan.
Tambahan tiga poin ini sangat berarti bagi Persebaya dalam persaingan papan atas. Dengan selisih poin yang semakin tipis, peluang untuk menembus lima besar masih sangat terbuka.
Lebih dari itu, kemenangan ini juga berdampak besar pada mental tim. Mengalahkan tim kuat seperti Malut United di kandangnya sendiri tentu menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan menjelang akhir musim.
Bagi Malut United, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa konsistensi adalah kunci jika ingin mempertahankan posisi di klasemen atas. (itn)
Comment